Coretan Tinta

Selamat datang
di Sang Pelukis Otak Blog.


Semoga apa yang
termuat di BLog
ini bisa bermanfaat
dan harap digunakan
sebaik-baiknya.


"Sang Pelukis Otak"

Mainkan Cursor Mu....

Kamis, 28 Oktober 2010

PENILAIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Penilaian Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar

Penilaian pembelajaran matematika di SD pada umumnya ditekankan pada hasil pembelajaran dan didasarkan pada hasil test yang dilaksanakan oleh guru hasilnya adalah setiap siswa memperoleh skor atau nilai tertentu. Skor ini menujukan prestasi setiap siswa tentang materi matematika yang telah dipelajari.
Macam-macam metode penilaian
1. Tes : suatu prosedur yang sistematik untuk mengamati dan mengukur seseorang
2. Pengukuran : suatu prosedur untuk menunjukkan bilangan bagi atribut atau karakteristik seseorang berdasarkan aturan tertentu. Bilangan hasil pengukuran ini biasanya disebut skor.
3. Asesment : suatu kegiatan pengumpulan informasi yang sistematik tanpa adanya pembuatan keputusan tentang nilai.
4. Penilaian : suatu proses pembuatan keputusan berdasarkan kesesuaian seseorang, program, proses atau hasil dengan tujuan tertentu.
Jenis-jenis penilaian pembelajaran matematika
A. Jenis keputusan yang perlu dilakukan guru :
1. Keputusan pada awal pembelajaran : terdiri dari penilaian kesiapan dan penilaian penempatan
2. Keputusan selama pembelajaran : terdiri dari penilaian formatif dan penilaian diagnosis
3. Keputusan pada akhir pembelajaran (penilaian sumatif)
Jenis Data dan Tujuan Penilaian.
1. Penilaian kesiapan siswa dalam belajar matematika di SD
Untuk menilai apakah setiap siswa sudah memiliki kesiapan dalam belajar guru dapat menggunakan berbagai cara, misalnya meminta siswa memeragakan sesuatu atau mewawancarai siswa baik perseorangan ataupun kelompok.
2. Penilaian tugas
Salah satu kegiatan guru matematika di SD adalah memilih dan memberikan tugas kepada siswa. Tugas dapat berupa pertanyaan, masalah , latihan soal, karangan. Masing-masing tugas dalam dokumen ini dikoreksi dan diberi skor atau komentar tertulis oleh guru sehingga dokumen ini dapat dijadikan oleh guru sebagai salah satu bahan untuk memantau perkembangan belajar siswa.
3. Penilaian kemampuan matematika dalam belajar matematika di SD
Untuk memperoleh data kemampuan matematika para siswa salah satunya dengan test. Test ini biasanya dirancang oleh guru, disebut test buatan guru. Jenis pertanyaan biasanya benar salah, jawaban singkat, melengkapi, pilihan ganda.
4. Observasi
Informasi yang terkait dengan para siswa antara lain adalah motivasi, perhatian, rasa ingin tahu, ketabahan, semangat, keaktifan, kerjasama, ketrampilan dan pemahaman mereka selama proses belajar matematika. Pengamatan pada metode ini disebut metode observasi. Pengamatan ini dilakukan secara formal dan tidak terstruktur.
5. Wawancara
Merupakan metode penilaian yang memungkinkan guru memperoleh gambaran tentang pengetahuan konseptual siswa dan penalaran siswa tentang suatu masalah. Wawancara biasanya dilakukan secara langsung dan berhadapan.
6. Tes diagnosis dalam belajar matematika di SD
Tes ini dirancang secara khusus untuk mendiagnosis letak kesulitan belajar siswa. Untuk merancang dan melaksanakan tes diagnosis sekurang-kurangnya ada 3 hal : menentukan tujuan, memilih pertanyaan sesuai dengan tujuan, dan menganalisis jawaban yang dikemukakan siswa.
7. Penilaian dengan portofolio
Portofolio adalah hasil karya masing-masing siswa yang didokumentasikan secara teratur dan baik. Isi portofolio bermanfaat untuk membuktikan secara tertulis karya siswa, dapat memberikan gambaran terhadap guru yang sedang dan akan mengajar mengenai kemampuan siswa.
8. Penilaian dengan jurnal
Bagian yang paling penting dalam pembelajaran adalah pengkomunikasian ide tentang matematika dalam bentuk tulisan. Jurnal merupakan salah satu bentuk tulisan yang disusun siswa tentang kegiatan yang dilakukannya.

1 komentar: